Sabtu, 17 Maret 2012

RENUNGAN (Surat Ananda untuk Bunda)


 
Bundaku tersayang...

Dear Bunda

assalamualaikum
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.... J

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini... tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu J

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...

Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach!

“Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat.” [Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat : 228]
“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa Apakah Dia dibunuh.”[Al-Qur’an surat At-Takwir ayat : 8-9]

Sabtu, 10 Maret 2012

Pengertian Dan cara Tayammum

Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Pada suatu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudhu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu.

Pengertian Dan cara TayammumSyarat-Syarat Tayammum
Dibolehkan bertayammum dengan syarat:
  1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu.
  2. Berhalangan menggunakan air, misal karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya.
  3. Telah masuk waktu shalat.
  4. Dengan debu yang suci.
Fardhu Tayammum
  1. Niat (untuk diperbolehkan mengerjakan shalat). Lafazh niat: Nawaitut-tayammuma li istibaahatish-shalaati fardhal lillaahi ta'aalaa. Artinya:"Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan shalat, fardhu karena Allah". Setelah niat mula-mula meletakkan dua belah tangan di atas debu untuk diusapkan ke muka.
  2. Mengusap muka dengan debu tanah dengan dua kali usapan.
  3. Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan debu tanah dua kali.
  4. Memindahkan debu kepada anggota yang diusap
  5. Tertib (berurut-urut).
Keterangan:
Yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudhu, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air.
Sunat Tayammum
  1. Membaca basmalah (Bismillaahir-rahmaanir-rahiim).
  2. Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri.
  3. Mnipiskan debu.
Hal yang membatalkan tayammum diantaranya:
  1. Segala yang membatalkan wudhu.
  2. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit.
  3. Murtad: keluar dari Islam.
Cara menggunakan tayammum
sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu shalat fardhu saja, meskipun belum batal. Adapun untuk dipakai shalat sunah beberapa kali cukuplah dengan satu tayammum.

Bagi orang yang salah satu anggota wudhunya terbebat (dibalut), maka cukup bebat itu saja yang diusap dengan air atau tayammum, kemudian mengerjakan shalat.

Sebagai informasi tambahan saja tentang menyapu dua muzah. Menyapu dua muzah (mashul khuffain) termasuk juga salah satu keringanan dalam Islam. Ia dibolehkan bagi orang yang menetap di kampung dan bagi yang dalam perjalanan (musafir).

Orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) yang kakinya memakai muzah, kalau hendak berwudhu, maka ia boleh menyapu muzahnya itu dengan air, artinya tidak perlu melepas muzahnya.

Syarat-syarat Menyapu Dua Muzah

Syarat-syarat menyapu dua muzah ada empat perkara yaitu:
  1. Bahwa muzah itu dipakai sesudah sempurna dicuci bersih.
  2. Muzah itu menutup anggota kaki yang wajib dibasuh, yaitu menutupi tumit dan dua mata kaki.
  3. Muzah itu dapat dibawa berjalan lama.
  4. Dua muzah itu tidak terkena najis atau kotoran.
Menyapu dua muzah hanya boleh untuk berwudhu, tetapi tidak boleh untuk mandi, atau untuk menghilangkan najis. Menyapu dua muzah tidak boleh bila salah satu syarat tidak cukup. Misalnya salah satu dua itu robek, atau salah satu kakinya tidak dapat menggunakan muzah karena luka.

Keringanan ini diberikan bagi musafir selama tiga hari tiga malam, sedang yang bermukim ia boleh menyapu muzahnya hanya untuk sehari semalam.

Keterangan:
Muzah adalah semacam kaus kaki yang terbuat dari kulit. Banyak dipakai oleh bangsa-bangsa Arab dan tidak terdapat di Indonesia.

Adzan Dan Iqamah

Sebelum shalat kita disunahkan mengerjakan adzan dan iqamah. Adzan ialah kata-kata seruan yang tertentu untuk memberitahukan akan masuknya waktu shalat fardhu. Adapun iqamah ialah kata-kata sebagai tanda bahwa shalat akan dimulai.

Adzan Dan IqamahShalat-shalat sunah tidak disunahkan menggunakan adzan, iqamah, kecuali shalat sunah yang disunahkan berjama'ah, seperti tarawih, shalat 'id dan sebagainya, cukup dengan memakai seruan: "ASH-SHALAATUL-JAMII'AH". Artinya: Marilah kita bersama-sama mengerjakan shalat berjama'ah.

Atau dengan seruan dalam shalat tarawih, misalnya mengucapkan: Ash-shalaatut-taraawiihi rahimakumullaah. Artinya:"Kerjakanlah shalat tarawih semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian".
Hukum Adzan dan Iqamah

Adzan dan iqamah hukumnya sunah mu'akkad bagi shalat fardhu, baik dikerjakan berjama'ah maupun sendiri (munfarid). Disunahkan dengan suara yang keras kecuali di masjis yang sudah dilakukan (sedang dilakukan) shalat berjama'ah. Dikerjakan dengan berdiri dan menghadap kiblat.

Lafazh Adzan
Allaahu akbar, Allaahu akbar: 2x
Asyhadu an laa ilaaha illallaah: 2x
Asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah: 2x
Hayya 'alash-shalaah: 2x
Hayya 'alal-falaah: 2x
Allahu akbar, Allaahu akbar: 1x
Laa ilaaha illallaah
Keterangan:
  1. Dalam adzan shalat subuh, di antara kalimat "Hayya 'alal-falah" dan "Allahu akbar, Allaahu akbar, yakni antara kalimat ke-5 dan ke-6 ditambah kalimat: ash-shalaatu khairum minan-nauum: 2x. Artinya: "Shalat itu lebih baik dari pada tidur".
  2. Waktu menyerukan kalimat "Hayya 'alash-shalaah", disunahkan berpaling ke kanan, dan ketika menyerukan kalimat "Hayya 'alal-falah", berpaling ke kiri.
  3. Hayya 'alash-shalaah, artinya "Marilah shalat", dan Hayya 'alal-falah, artinya: "Marilah menuju kemenangan (keuntungan atau kabahagiaan)".
Doa Sesudah Adzan

Selesai muadzdzin mengumandangkan adzan, baik yang adzan maupun yang mendengarkan, disunahkan membaca doa, doanya sebagai berikut:
Allaahumma rabba haadzihid-da 'watit-taammati wash-shalaatil-qaa'imah, aati sayyidinaa Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilah wasy-syarafa wad-darajatal-'aaliyatar-rafii'ah, wab'atshul-maqaamal-mahmuudanil-ladzii wa'adtah innaka laa tukhliful-mii'aad.
Artinya:
"Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki shalat yang didirikan. Berilah junjungan kami Nabi Muhammad, wasilah dan keutamaan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan. Sesungguhnya Engkau ya Allah Dzat yang tidak akan mengubah janji".

Lafazh Iqamah
Lafazh iqamah itu sama dengan adzan, hanya adzan diucapkan masing-masing dua kali, sedang iqamah cukup diucapkan sekali saja. Dan diantara kalimat ke-5 dan ke-6 pada adzan ditambah kalimat: "QAD QAAMATISH-SHALAAH" 2x. Artinya: "Shalat telah dimulai".

Lafazh Iqamah selangkapnya:
Allaahu akbar, Allaahu akbar: 1x
Asyadu an laa ilaaha illallaah: 1x
Asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah: 1x
Hayya 'alash-shalaah: 1x
Hayya 'alal-falaah: 1x
Qad qaamatish-shalaah: 2x
Allaahu akbar, Allaahu akbar: 1x
Laa ilaaha illallaahu: 1x
Sunah Menjawab Adzan dan Iqamah

Bagi yang mendengar suara adzan, maka sunah menjawabnya, dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat adzan dan iqamah, kecuali pada kalimat: "Hayya 'alash-shalaah" dan "Hayya 'alal-falah", maka jawabnya: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Artinya: "Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah".

Dan pada adzan subuh, ketika muadzdzin mengucapkan kalimat: Ash-shalaatu khairum minan-nauum: 2x. Artinya: "Shalat itu lebih baik dari pada tidur".

Kita yang mendengar menjawab: Shadaqta wa bararta wa anaa 'alaa dzaalika minasy-syaa-hidiin. Artinya: "Benar dan baguslah ucapanmu itu dan aku pun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan".

Jawaban Yang Mendengar Iqamah

Bagi yang mendengar iqamah, kalimat demi kalimat terdengar di jawab sama seperti yang diucapkan oleh muadzdzin, kecuali pada kalimat: "QAD QAAMATISH-SHALAAH", maka dijawab dengan lafazh sebagai berikut: Aqaamahallaahu wa adaamahaa wa ja 'alanii min shaalihii ahlihaa.

Artinya: "Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, dari golongan orang yang sebagik-baiknya ahli shalat".

Doa Setelah Mendengar Iqamah

Allaahummma rabba haadzihid-da 'watit-taammati wash-shalaatil-qaa'imah, shalli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa aatihi su'lahu yaumal-qiyaamah.

Artinya: "Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah / kabulkanlah segala permohonannya pada hari kiamat".

Syarat-syarat Muadzdzin
  1. Beragama Islam
  2. Tamyiz dan laki-laki
Makruh bagi orang yang berhadats kecil atau besar. Dan disunahkan menyerukan adzan dengan suara yang nyaring dan merdu. Demikian belajar agama islam kali ini bersama admin Blogger Indonesia tentang Adzan Dan Iqamah.